malam di matamu terlihat pucat; seperti tenang
bening danau yang terlalu lama menanti riak
malam di mataku telah menyerah; berlutut pada
kata-kata yang berjatuhan di dalam matamu
bintang-bintang itu
malam di matamu mulai membeku; seakan waktu
terjebak di balik langit yang berteriak
malam di matamu menjatuhkan gerimis
seperti rindu yang terurai lukanya
satu demi satu
Aku Ingin Mencintai dan Melupakanmu dengan Sederhana
: Lakshmi
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti embun hinggap
di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti mata yang berkedip
menyambut pagi, dan daun jendela yang mengintip matahari
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti gerimis
pada jendela dan uap nafasmu menulis nama: 'kita'
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti waktu
yang tak pernah berhenti dan senyummu yang mengabadikannya
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti sebuah peluk
yang sebentar dan satu kecup yang perlahan saja
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti kata
'rindu' yang kuucap dan kau membalasnya dengan 'aku juga'
tapi aku ingin melupakanmu
aku ingin melupakanmu dengan sederhana. sesederhana airmata
yang mengalir. sesederhana genggam tangan yang terlepas
tapi aku ingin mencintaimu
IBU
Karya: D. Zawawi Imron
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.
THANKS
By Sheila Cheasbro
You’re my friend because you’re always there,
If there’s sadness around or in the air,
At night, in the morning or anytime of day,
You’re there to cheer me up and chase the sadness away.
I just want to thank you for all you’ve done,
You’ve helped me through a lot, you’re really number one.
Thanks for all the good times that we share,
It shows that you’re one who really does care.
Thanks for being there when time got rough,
You make it easier when times get too tough
Thanks for being there each and every day,
Thanks for being you in that very special way.
The Sky
by Chelsea Poshni
Have you seen the Sunset and Sunrise
And the Horizon that's a prize
And the Horizon that's a prize
How the colors mix and melt
And look as soft as felt
How they float away into black
As you wish them back
And that feeling that makes you sad
How the tears come and just make you mad
But then you see the stars
That are so small they could fit in jars
Now there's so many
You'd by each one with a penny
How they shine so bright
And don't put up a fight
So you stand watching them twinkle and shine
Then you realize you feel fine
So you sigh
And say goodbye.
I like the poetry by D. Zawawi Imron titled “IBU” because mother is the most beuatiful word in the lips of mankind. The real pearl is the love of a mother to her child, and the happiest day is the day where we can make our mother who bore us smile proud of what we have achieved.
http://www.bisikanbusuk.com/search/label/sajak
http://secarikpengetahuan.blogspot.co.id/2013/05/kumpulan-puisi-dari-10-pengarang-puisi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar