Selasa, 05 Mei 2015

Resensi Buku Bank Syariah : Dari Teori Praktik



NAMA            : YULIA CITRA
NPM               : 17212927
KELAS           : 3EA10

Resensi Buku Bank Syariah : Dari Teori Praktik
resensi ini di tulis untuk melengkapi tugas kuliah softskill (Bahasa Indonesia 2)
Resensi Buku Bank Syariah : Dari Teori Praktik

1
Judul
Bank Syariah : Dari Teori Ke Praktik (Hard Cover)  
No. ISBN
9789790772212 
Penulis
Dr. Muhammad Syafi;i Antonio, M.Ec. 
Penerbit
Tanggal terbit
Juni - 2012 
Jumlah Halaman
Berat Buku
550 gr
Jenis Cover
Hard Cover 
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Program Promo Gema Insani 
Bonus
Text Bahasa
Indonesia ··

2. Sinopsis                   :
Di tengah hiruk-pikuk permasalahan di bank-bank konvensional serta krisis moneter dan keuangan yang mengglobal sekarang ini kehadiran bank syariah telah memberikan jalan keluar yang sangat tepat bagi umat islam. Di tengah kehadirannya ini banyak diantara umat islam yang belum memahaminya: apa itu bank syariah apa saja perangkatnya bagaimana cara menabung disana dll.Kehadiran buku ini sangat di butuhkan baik oleh kalangan umumbankir maupun para ulama karena buku ini menyajikan kajian tentang bank syariah dalam bentuk teoritis dan praktis.

***

Dr. Muhammad Syafi'i Antonio, M.Ec

lahir pada 12 Mei 1967 dengan nama asli Nio Gwan Chung dari pasangan Liem Soen Nio dan Nio Sem Nyau. Sekalipun dibesarkan di tengah keluarga Kong Hu Chu dan Kristen, pengembaraannya mencari kebenaran telah mengantarkannya ke haribaan Islam. Bermula dari syahadat di hadapan K.H. Abdulullah bin Nuh di Bogor, belajar alif-ba-ta kepada H. Adung Abdurrahim di Masjid Agung Sukabumi, hingga mondok di Pondok Pesantren An-Nizham Sukabumi di bawah asuhan K.H. Abdullah Muchtar, penerus dan murid utama ulama terkemuka Habib Syekh bin Salim bin Umaral-Attas.

Muhammad Syafi'i antonio (Nio Gwan Chung) adalah ikon perbankan dan keuangan Islam di Indonesia. Dia adalah Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI Tazkia). Dia menerima gelar Ph.D. bidang micro finance dari University of Melbourne (2004), mendapatkan master ekonomi dari Universitas Islam Internasional Malaysia (1992) dan menyelesaikan gelar pertamanya bidang hukum Islam dari University of Jordan (1990). Dia juga melaksanakan program penelitian dengan mengunjungi Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir dan Universitas Oxford, Inggris.

Dengan timnya di Tazkia Consulting, dia juga membantu pembentukan lebih dari 14 Divisi Bank Syariah konvensional, 7 di antaranya beroperasinya asuransi Islam, dan melatih lebih dari 8.000 praktisi keuangan di Indonesia. Saat ini, dia menjabat sebagai Komite Perbankan Syariah di Bank Indonesia, Bank Sentral Malayasia, Global Dewan Syariah al-Mawarid Finance dan Asuransi DUBAI.

Dia juga pengawas di Bank Syariah Mandiri, Asuransi Takaful, Bank Mega Syariah, Schroders Manajer Investasi yang memegang PNM. Sampai saat ini, dia menulis lebih dari 12 buku tentang perbankan syariah, zakat, kepemimpinan dan manajemen.

Karena kontribusinya pada bidang ini, dia dianugerahi "Syariah Award" oleh Bank Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Bank Muamalat (2003), Anti-Korupsi & Good Governance Award dari Kementerian Aparatur Negara (2007), mendapat pengakan dari Asia Finance Award oleh Forum Keuangan Arab Asia (2008) dan memenangkan penghargaan Alumni Australia (dalam kategori Kepemimpinan Bisnis) dari pemerintah Australia (2009), dan IDB Nominasi Hadiah dari Indonesia (oleh Menteri Keuangan)

3.   Kelebihan
Buku ini mengupas semua hal yang di perlukan dalam ilmu ekonomi syariah, dan buku ini pun sangat bermanfaat bagi pembacanya sebab banyak pelajaran tentang bank syariah yang di paparkan secara lengkap, mulai dari awal kita memilih bank syariah mana sampai bagaimana menyelesaikan permasalahan dalam transaksi mengenai perbankan.

4.      Kelemahan
Pada dasarnya buku ini sudah bagus, lengkap dan setiap kalimat mudah di pahami, namun ada kurangnya kerena tidak ada cerita pengalaman pribadi dari si penulisnya, hal ini membuat si pembaca tidak yakin dengan hal yang di paparkan tentang bisnis dalam buku ini.

5.      Saran
Para pembaca yang ingin mengetahui mengenai perbankan syariah sangat disarankan untuk membaca buku ini agar lebih menambah pengetahuan para pembaca sekalian dalam memahami dunia perbankan syariah .

Jumat, 20 Maret 2015

Analisis Artikel berdasarkan Ejaan dan Diksi


Harga Bawang Merah Meroket Tembus Rp40.000/Kg
Jum'at,  20 Maret 2015  −  20:11 WIB

Harga bawang merah di Subang, Jawa Barat, tembus Rp40.000 per kg, dari sebelumnya Rp24.000/kg.

SUBANG - Masyarakat mengeluhkan harga bawang merah di pasar-pasar tradisional meroket. Seperti yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Harga komoditas ini mencapai Rp40.000 per kilogram (kg).

Kenaikan harga komoditas bumbu dapur andalan para ibu rumah tangga tersebut nyaris menembus 100% dari harga normal, jauh meninggalkan harga komoditas sayuran lainnya.

Dari pantauan SINDO, dalam sepekan terakhir
, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Inpres Pagaden, Pasar Pujasera Subang, Pasar Panjang Subang, dan lainnya, melonjak hingga Rp40.000 per kilogram, dari biasanya seharga Rp24.000 per Kg.

"Naiknya mendadak, mahal lagi harganya. Ini sudah enggak normal, masa naiknya hampir dua kali lipat, hampir 100%-an. Kami repot juga kalau seperti ini," keluh seorang pemilik warung nasi di Kota Subang, Darsim, 55, Jumat (20/3/2015).

Dia mengaku heran, harga bawang merah tiba-tiba melejit dalam sepekan terakhir. Sementara harga sejumlah komoditas sayuran lainnya masih normal dan masih terjangkau. Khusus harga tomat justru anjlok. Pihaknya berharap, pemerintah bisa segera mengendalikan harga-harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat.

"Saat ini harga tomat hanya Rp4.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp6.000. Tapi, bawang merah kok tiba-tiba melejit. Pemerintah harus segera turun tangan untuk mengendalikan harga ini," katanya.

Pedagang sayuran di Pasar Panjang Subang, Pipin, 40, mengakui, saat ini harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram. Padahal, sepekan sebelumnya, harga hanya Rp24.000 per kilogram. "Kenaikannya hampir 100%, dan terjadi secara mendadak," tegasnya.

Dia menduga, mahalnya harga bawang merah ini, akibat belum ada pasokan dari sentra pertanian bawang di daerah Brebes, Jawa Tengah, sebagai dampak dari belum panennya petani di wilayah tersebut.

"Infonya petani bawang di sana belum panen, sehingga kiriman bawang merah jadi telat. Akibatnya harga jadi melonjak," ungkapnya.

Biasanya, kata dia, komoditas bumbu dapur yang kerap harganya meroket itu cabai. Namun saat ini, kenaikan harga cabai rawit masih dalam batas wajar, yakni Rp36.000 per kilogram dari sebelumnya Rp32.000 per kilogram.

Pedagang lainnya, Endang, 38, menambahkan, tingginya harga bawang merah dalam sepekan terakhir, juga dipicu akibat menipisnya stok (persediaan), sementara permintaan banyak.

"Stok sedikit karena pasokan dari Brebesnya telat," ucapnya, seraya memperkirakan, harga bawang merah ini masih akan terus merangkak pada hari-hari berikutnya, akibat petani bawang belum memasuki masa panen.

"Tapi kalau pengiriman sudah lancar dan stok aman, harganya pasti normal lagi," pungkasnya.

(dmd)

No.
Kesalahan
Perbaikan
Keterangan (jika perlu)
1
harga bawang merah di pasar-pasar tradisional meroket
harga bawang merah di pasar-pasar tradisional meningkat.
Terdapat kesalahan penggunaan kata
2
Dari pantauan SINDO, dalam sepekan terakhir, harga bawang merah
Dari pantauan SINDO, dalam sepekan terakhir harga bawang merah
Terdapat kesalahan penggunaan tanda baca
3
melonjak hingga Rp40.000 per kilogram
melonjak hingga Rp40.000 perKG
Terdapat kesalahan penggunaan kata
4
harga bawang merah tiba-tiba melejit dalam sepekan terakhir.
harga bawang merah tiba-tiba meningkat dalam sepekan terakhir.
Terdapat kesalahan penggunaan kata
5
Padahal, sepekan sebelumnya
Satu minggu sebelumnya
Terdapat kesalahan penggunaan kata
6
pasokan dari sentra pertanian bawang
Pasokan dari sektor pertanian bawang
Terdapat kesalahan penggunaan kata
7
Biasanya, kata dia, komoditas bumbu
Seperti biasa, ia mengatakan
Terdapat kesalahan penggunaan kata

Sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/979290/34/harga-bawang-merah-meroket-tembus-rp40-000-kg-1426841570

Jumat, 09 Januari 2015

Analisa Jurnal Tentang Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Suatu Barang/Merk/Brand



Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa komponen:
1. Keputusan tentang jenis produk.
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2. Keputusan tentang bentuk produk.
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
3. Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
4. Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5. Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6. Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
7. Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.

 
Sumber : https://iyano.wordpress.com/2010/11/30/perilaku-konsumen-dalam-pengambilan-keputusan-terhadap-produk-yang-diinginkan/